Tampilkan postingan dengan label SUFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUFI. Tampilkan semua postingan

KEINDAHAN SYA'IR PARA SUFI
[klub-sastra@yahoogroups.com]

Syair-syair para sufi merupakan karya yang dibuat berdasarkan pengalaman atau perasaan para sufi saat berhadapan dengan Sang Khalik (Tuhan). Para sufi merupakan sekelompok orang yang tertarik untuk mengenal dan mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Sufi-sufi ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan spiritual religius yang begitu kuat bergelora dalam diri mereka, disamping kebutuhan sosial, kebutuhan biologis dan lain-lain.

SYA'IR JALALUDDIN RUMI

Tujuan Penciptaan

Alasan dunia ini diciptakan adalah untuk mengungkapkan

apa yang harus diketahui.

Dia menciptakan apa yang diketahuiNya

tanpa kelahiran dan rasa sakit,

engkau tidak dapat bermalas-malas barang sekejap

sampai hakikat dirimu diketemukan pada saatnya.

Perjuangan dan kerja yang kau lakukan dengan tekun

adalah jalan menuju pengungkapan hakikat diri

Tubuhmu adalah poros yang terus berputar

Karena otakmu terus menarik benang.

Kedua dunia berada dalam peristiwa kelahiran dan rasa sakitnya

Sebabnya adalah ibu, akibatnya adalah anak.

Angkatan demi angkatan manuisa mengulanginya,

Hanya mata yang dicerahkan

melihat rantai peristiwa ini. (Rumi)

Yang Tersurat dan Yang Dimaksud

Janganlah hanya paham arti kata-kata yang tertulis dalam Al-Quran

Karena dibawah yang tertulis terdapat arti yang tersembunyi

Di bawah arti lapis kedua ada lagi arti baru,

Yang menyilaukan pikiran dan pandangan

Arti keempat, kecuali Nabi, tak ada yang pernah memahami

Kebesaran Tuhan, yang tiada tanding dalam Kegaiban

Hitunglah arti tersembunyi itu sampai tujuh

Kisah bermakna yang mengagumkan dari langit

Wahai kawan, janganlah memandang jilid Al-Quran.

Bagi setan, manusia hanyalah sepotong daging.

Bagaikan manusialah Al-Quran itu,

Bentuk lahir diluar dengan ruh diam-diam didalamnya. (Rumi)


SYA'IR FARIRUDDIN ATTAR

Kesabaran

Rendah hatilah dan tirulah sifat diamnya emas

Dengan sabar melangkahlah di jalan itu

Nanti dating padamu buah kesabaran,

Kunci emas yang akan membuka gerbang

Pikirkan Tuhan dengan sabar

Maka kau pun akan menemukanNya di hakikatmu. (Attar)

Cinta

Kalau matamu terbuka untuk melihat cinta,

kau jadi ceria dan menarik perhatian.

CintaNya memberiku iman dan keraguan

CintaNya adalah nyala api dihatiku

kalau tak seorang bersamaku dalam duka

cukuplah bagiku mengadu kepada Cinta

Cinta memandikanku di dalam air mata,

Dari tabir itu saya diusir oleh rambut ikalnya. (Attar)

Burung Merak Raja Di Bawah Keranjang

in Kisah Sufi, Syihabuddin Yahya As-Suhrawardi

Seorang raja mempunyai sebuah taman, yang sepanjang empat musim selalu ditumbuhi tanam-tanaman yang wangi, hijau subur dan menyenangkan. Air mengalir berlimpah-limpah melaluinya, dan segala macam burung bernyanyi dari dahan-dahan pohon. Setiap hal yang baik dan indah yang dapat kita bayangkan terdapat di dalam taman itu. Dan di antara semuanya itu ada sekelompok burung merak yang cantik.

Sekali waktu sang raja mengambil salah seekor burung merak, dan memerintahkannya agar ia dimasukkan ke dalam kantung kulit supaya bulu-bulunya tidak dapat dilihat, sehingga ia tidak dapat mengagumi keindahannya sendiri dengan cara apa pun. Dia juga memerintahkan agar burung merak itu ditempatkan di bawah sebuah keranjang yang hanya mempunyai satu lubang, melalui lubang itu sedikit biji-bijian dapat dituangkan ke dalamnya untuk makanannya.

SUMBER LINK http://abatasya.net/2005/03/15/burung-merak-raja-di-bawah-keranjang/

Lama waktu berlalu. Burung merak itu lupa pada dirinya sendiri, sang raja, taman, dan burung-burung merak lainnya. Ia melihat pada dirinya sendiri. Burung tersebut tidak melihat apa-apa kecuali kantung kulit yang kotor itu. Ia mulai menyukai tempat tinggalnya yang gelap dan jelek; ia percaya di dalam hatinya bahwa tidak mungkin ada tempat yang lebih besar dari ruangan di dalam keranjang itu, sedemikian rupa sehingga ia menganggapnya sebagai keyakinan bahwa jika ada orang menyatakan tentang suatu kehidupan, tempat tinggal atau kesempurnaan di luar yang ia ketahui, maka ia menganggapnya sebagai kekafiran mutlak, omong kosong besar dan kebodohan yang murni.

Sekalipun demikian, setiap kali angin segar berhembus, dan harumnya bunga-bunga dan pepohonan, violet (sejenis tumbuhan yang bunganya berbau harum), melati dan tumbuhan rempah-rempah sampai ke hidung burung itu, ia merasakan kesenangan yang mengejutkan melalui lubang itu. Timbul kekhawatiran di dalam hatinya. Ia merasakan adanya hasrat untuk pergi dan kerinduan batin, tetapi ia tidak tahu dari mana kerinduan itu berasal, sebab, kecuali kantung kulit itu, ia tidak mengetahui apa-apa; selain keranjang itu, tidak ada dunia lain; selain biji-bijian itu, tidak ada makanan lain. Ia telah melupakan semuanya. Ketika sekali-sekali ia mendengar suara burung-burung merak bernyanyi, dan burung-burung lain berlagu, kerinduan dan hasratnya timbul; tetapi ia tidak terbangunkan oleh suara-suara burung-burung itu atau hembusan angin. Pernah ia bergairah memikirkan sarangnya.

Angin sepoi-sepoi bertiup menyentuhku dan hampir mengucapkan kata-kata, “aku adalah kurir untukmu dari kekasihmu.”

Lama sekali ia memikirkan apa sesungguhnya angin yang harum itu, dan darimanakah bunyi-bunyian yang indah itu datang.

Wahai kilat yang menyambar, dari perlindungan
siapa engkau muncul?

Tetapi ia tidak sadar-sadar juga, meskipun sepanjang masa itu kesenangan tetap tinggal di hatinya.

Ah, kalau saja Laila sekali saja mengirimkan salam karunianya, meskipun diantara kami terbentang debu dan bebatuan besar.

Salam kegembiraanku akan merupakan jawabnya, atau akan menjeritlah kepadanya si burung hantu, burung sakit yang memekik di tengah keremangan kuburan.

Burung merak itu bodoh, karena ia telah lupa kepada dirinya dan juga tanah airnya.

… janganlah hendaknya kamu bertingkah seperti orang yang melupakan Allah, yang mengakibatkan Allah membuat mereka lupa diri pula. (QS 59:19)

Setiap kali hembusan angin atau suara-suara datang dari taman, timbul hasrat dalam diri si burung merak tanpa mengetahui mengapa demikian.

Kedua baris ini adalah karya seorang penyair:

Kilat Ma’arra bergerak di tengah malam, ia melewati malam di Rama yang melukiskan kebosanannya.

Ia benar-benar menyedihkan para penunggang, kuda-kudanya, unta-unta, dan terus bertambah menyedihkan, hingga ia hampir menyedihkan pelana-pelana
(catatan: baris-baris ini berasal dari Al-Ma’arri, Siqth al-Zand. hal. 51).

Ia tetap kebingungan selama beberapa waktu, sampai suatu hari sang raja memerintahkan agar burung itu dilepaskan dari keranjang dan kantung kulitnya untuk dibawa menghadapnya.

Peristiwa kebangkitan itu terjadi hanya dengan satu kali tiupan sangkakala saja. (QS 37:19)

Apakah dia tidak mengetahui, apabila nanti sudah dibangkitkan segala isi kubur? Dan telah terungkap segala isi kalbu? Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu maha mengetahui keadaannya. (QS 100:9-11)

Ketika burung keluar dari penutupnya, burung merak itu melihat dirinya berada di tengah-tengah taman. Ketika memandang bulu-bulunya sendiri, dan melihat taman beserta aneka ragam bunganya, atmosfir dunia, kesempatan untuk berjalan kesana-kemari dan terbang tinggi, serta semua suara, irama, bentuk dan berbagai benda yang ada, ia berdiri mendesah seakan-akan tak sadarkan diri (ejakulasi teofanik ’syath’ yang terkenal dari Husayn ibn Manshur Al-Hallaj).

Wahai, sungguh aku menyesali kelalaianku dalam memenuhi kewajiban kepada Allah. (QS 39.56)

Lalu Kami singkapkan tabir yang menutupi matamu, maka pandanganmu menjadi lepas jelas. (QS 50:22)

Mengapa ketika nyawa sampai dikerongkongan, padahal ketika itu kamu melihat orang yang sedang melepaskan nyawanya itu, sedangkan Kami lebih dekat lagi kepadanya daripada kamu, namun kamu tidak melihat? (QS 56:83-85)

Jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahu akibatnya. Sekali lagi, jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahu juga akibatnya. (QS 102:3-4)

SUMBER LINK http://abatasya.net/2005/03/15/burung-merak-raja-di-bawah-keranjang/

Diberdayakan oleh Blogger.

Dapatkan yang lebih

Wirausaha Kontak Jodoh Mobil Bekas

TERIMA KASIH JIKA MAU MENGISI


PENGUNJUNG BUL;AN INI

BROWSER YANG KAMU PAKE ADALAH


KONVERSI TAHUN HIJRIYAH


MUNDUR

TARTIL SUNNIYA

FACEBOOK SAYA

radio online

Kajian.Net

.

KONSULTASI SMS

INGIN BERTANYA DAN KONSULTASI KEAGAMAAN
SILAHKAN KIRIM SMS PERTANYAAN DENGAN FORMAT
TANYA#ISI PERTANYAAN / KONSULTASI
KIRIM KE 083847729252
INSYA ALLAH DIBALAS

G R A T I S

Text Widget

EBOOK BARU "Gratis"

EBOOK BARU "Gratis"
SEKUNTUM BUNGAN UNTUKMU

Popular Posts

DOWNLOAD GRATIS

DOWNLOAD GRATIS
EBOOK,SOFTWARE,APPLIKASI,DOKUMEN